Twitter

Mengapa kurs mata uang asing dapat berubah?

Author Achmad Fajar si orang susah - -
Home » Mengapa kurs mata uang asing dapat berubah?

Pada dasarnya, tinggi rendahnya nilai mata uang suatu negara terhadap negara lain tergantung kuat lemahnya posisi tawar negara tsb thd lawannya. Biasanya jika kondisi ekonomi suatu negara lebih bagus, barang produksinya lebih dibutuhkan, maka nilai mata uangnya lebih tinggi dibanding lawannya, krn ya dia punya posisi tawar yg lebih kuat. lalu apa keuntungannya jika suatu negara mempunyai nilai mata uang yg lebih tinggi? harga barangnya mjd relatif lebih mahal dibanding jika dia membeli barang dari negara yang nilai mata uangnya lebih rendah dari mata uangnya (misalnya jika WNI beli barang produk amerika, akan mengeluarkan uang yang nilainya relatif lebih banyak dibanding orang amrik yg beli barang produk indonesia --> misalnya apel, asumsikan saja jika indonesia dan amerika sama2 memproduksi apel dg jml yg sama dg biaya produksi yg sama, dan sama enaknya/sama lakunya, maka hrg apel indonesia lebih murah bagi org amerika dibanding hrg apel amerika bagi org indonesia --> kok bisa? misalnya harga apel amrik adl 1 USD. 1 USD bagi orang yg hidup di amerika, mempunyai nilai ekonomi yg sama dg Rp5000 bagi orang yg hidup di indonesia. Namun nilai tukar USD/Rp=10.000, jadi kalo org indonesia mau beli apel amrik, maka dia mengeluarkan uang sebanyak 2 kali dari dia beli apel indonesia, pdhl nilai apel2 ini sbnrnya setara. begitu juga sebaliknya org amrik kalo beli apel indonesia akan mengeluarkan uang sebanyak 1/2 kali dari dia beli apel amerika --> ini cuman logika sederhananya, dg mengabaikan perbedaan biaya produksi, kualitas, dll, dg kt lain mengasumsikan nilai apel2 tsb setara).
Bisa juga karena alasan politik tertentu, tergantung kesepakatan kedua negara (misalnya amerika menjaga nilai USD berada di level tertentu yg relatif murah terhadap mata uang israel, agar israel dpt membeli barang2 dari amerika dg harga terjangkau termasuk senjata, walaupun sebenarnya mata uang israel tidak setinggi itu thd amerika jika dilihat dari kekuatan ekonominya... juga misalnya Jepang menjaga nilai tukar Yen terhadap USD untuk tetap berada di level tertentu, walaupun sebenarnya nilai tukarnya bisa lebih tinggi, se-mata2 agar brgnya yg ada di amerika tetap pada level harga tertentu yg relatif murah, sehingga ekspornya ke amerika tetap lancar di tengah kondisi krisis ekonomi rakyat amerika).
Namun berhubung sekarang marak dg adanya perdagangan valas bahkan lewat internet dmn semua orang bisa melakukannya dg modal yg relatif sedikit, maka kurs itu bisa naik turun dengan cepat, krn spekulan2 di pasar valas itu ikut menentukan kursnya, shg bukan se-mata2 ditentukan oleh fundamental ekonomi negara2 ybs. semakin tinggi permintaan terhadap mata uang tertentu, maka semakin tinggi pula nilai mata uang itu (kecuali ada kondisi fundamental yg signifikan, misalnya kesepakatan politik, jual beli barang atau infestasi antar negara yg nilai ekonomisnya besar, perubahan kekuatan ekonomi suatu negara secara signifikan, dll).